Mengenal Sigung, Hewan yang Mengeluarkan Bau Kuat dan Menyengat

Halo semua! Kali ini kita akan membahas hewan yang katanya hobi ngentut nih, yaitu sigung!


Gambar: Sigung.

Sigung (Mephitis mephitis) adalah hewan mamalia yang memiliki bulu berwarna hitam dan putih. Berat tubuh sigung bervariasi antara 1,4 hingga 3,6 kilogram, dan panjang badannya bisa mencapai 50 sentimeter.

Sigung termasuk golongan binatang penyendiri (soliter) yang mencari mangsa pada malam hari. Pada pagi hingga petang, sigung lebih suka bersembunyi dalam tempat gelap seperti gua.

Sigung hidup di berbagai habitat di Amerika Utara dan Selatan, termasuk hutan, padang rumput, gurun, pegunungan, dan ngarai. Sigung termasuk binatang omnivora yang gemar memakan serangga, cacing tanah, tikus, katak, ular, burung, telur, buah-buahan, akar, jamur, dan dedaunan.

Ciri yang paling khas dari sigung adalah kemampuannya mengeluarkan sejenis gas berbau busuk dari kelenjar khusus yang terdapat di sekitar anusnya, jadi ini bukan kentut seperti yang orang-orang bilang. Kelenjar tersebut menghasilkan bau yang mengandung sulfur, metil, dan butylthiol. Bau tersebut berfungsi sebagai alat pertahanan diri terhadap predator.

Saat sigung merasa terpojok, ia akan menari untuk menakuti musuh atau predator. Ketika melakukan tarian ini, sigung akan menghentakkan kaki ke tanah, melakukan gerakan mencakar, dan bahkan berdiri dengan kaki depannya sedangkan kaki belakang dan ekornya terangkat ke atas (handstand).

Jika musuh tidak segera pergi, sigung akan melengkungkan tubuhnya menyerupai huruf U dengan kepala dan anus yang menghadap ke arah lawannya, serta menyemburkan bau yang sangat busuk. Semburan tersebut dapat mencapai jarak 3,6 meter dengan arah ke kanan, kiri, atas, ataupun lurus. Semburan itu dapat menyebabkan iritasi dan kebutaan.

Semburan atau semprotan bau ini adalah upaya pertahanan terakhir dari sigung. Hal tersebut dikarenakan sekali semprotan menghabiskan seluruh cairan bau dalam kelenjarnya. Diperlukan waktu hingga 10 hari bagi sigung untuk mengisi ulang kelenjarnya. Pada saat tersebut, sihung lebih rentan terhadap predator. Sehingga, sigung tidak akan menyia-nyiakan semprotannya.

Lalu bagaimana cara membedakan sigung jantan dan betina?
Ukuran sigung jantan cenderung lebih besar daripada sigung betina. Selain berdasarkan ukurannya, menentukan jenis kelamin sigung sering kali bergantung pada pengamatan perilaku sigung. Sigung jantan bersifat poligami, mereka menghabiskan banyak waktu untuk mencari pasangan kawin. Sedangkan sigung betina menghabiskan banyak waktu di liang atau sarangnya, mempertahankan rumah mereka dari penyusup jantan.
Selain itu, sigung betina muda sering kali tetap berada di sarang induknya, sementara sigung jantan muda diusir hanya beberapa bulan setelah mereka dilahirkan.

Sekian dulu pembahasan sigung hari ini, semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua! Jangan lupa untuk menjaga lingkungan sekitar kita agar hewan-hewan tetap terjaga kelestariannya dan jangan lupa untuk nantikan blog selanjutnya!



Sumber: 
  1. Buku Hewan di Habitatnya: Hewan di Hutan (2019) karya Wahyu Pambudi
  2. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7226934/5-fakta-menarik-sigung-hewan-dengan-cairan-tubuh-berbau-busuk/amp

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Soa Payung, Hewan dengan Rumbai Besar yang Mengelilingi Lehernya

Viva La Vida (2024), Film yang Menceritakan Tentang Semangat Menjalani Hidup