Mengenal Maleo, Hewan Endemik Sulawesi

 

Gambar: Maleo.

Halo semua! Kali ini kita akan membahas hewan endemik Sulawesi (tipe peralihan) nih, yaitu maleo!

Maleo Senkawor atau yang biasa disebut maleo (Macrocephalon maleo) adalah sejenis burung gosong berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55 sentimeter, dan merupakan satu-satunya burung di dalam genus Macrocephalon

Burung maleo memiliki bulu hitam, kulit kuning di sekitar mata, iris coklat kemerahan, kaki abu-abu, paruh jingga dan bulu merah muda keputihan di bagian bawahnya. Di atas kepalanya terdapat tonjolan seperti jambul keras berwarna hitam. Pada saat masih anak dan remaja, tonjolan di kepala ini mulai tampak saat maleo tumbuh dewasa. Diduga tonjolan ini dipakai untuk mendeteksi panas bumi yang sesuai untuk menetaskan telurnya.

Makanan maleo berupa aneka biji-bijian, buah, semut, kumbang, serta berbagai hewan kecil lainnya.

Tidak di seluruh daerah Sulawesi bisa ditemukan maleo. Sejauh ini, maleo hanya ditemukan di hutan tropis dataran rendah pulau Sulawesi seperti di Gorontalo, dan Sulawesi Tengah. Populasi maleo di Sulawesi mengalami penurunan dari tahun ke tahun karena dikonsumsi dan juga telur-telur yang terus diburu oleh warga.

Maleo hanya dapat hidup di dekat pantai berpasir panas atau di daerah pegunungan dengan sumber air panas dan kondisi panas bumi tertentu. Daerah yang hangat ini digunakan maleo untuk menetaskan telurnya yang besar.

Maleo yang bertelur tidak mengerami telurnya, mereka lebih memilih mengubur telurnya di dalam pasir yang terdapat panas bumi alami hingga telur menetas. Mereka melakukan ini karena tubuh maleo relatif kecil sedangkan telurnya sangat besar. Ukuran telurnya mencapai 5 kali lebih besar dari telur ayam, beratnya antara 240-270 gram tiap butirnya. Karena ukuran telur yang besar ini, bahkan ada beberapa maleo yang pingsan saat bertelur.

Setelah proses bertelur selesai, anak maleo harus menunggu kurang lebih 80 hari untuk bisa menetas dari cangkangnya dan sekuat tenaga mengelauarkan diri dari timbunan pasir sedalam setengah meter. Tak jarang ada anak maleo yang harus mati ketika mencoba keluar dari tanah timbunan mereka. Bahkan usahanya keluar dari tanah timbunan tersebut kurang lebih selama 48 jam.
Gambar: Telur maleo.

Maleo adalah burung yang aktif pada siang hari, pada waktu malam mereka tidur di pepohonan. Mereka hidup berkoloni. Maleo menghabiskan sebagian besar waktunya mencari makanan dipermukaan tanah dengan mengais-ngais tanah. Meskipun mereka mempunyai sayap dengan bulu yang cukup panjang, namun mereka lebih senang berlari bersembunyi di tetumbuhan daripada terbang ketika ada bahaya.

Lalu bagaimana cara membedakan burung maleo jantan dengan burung maleo beti?
Burung maleo betina biasanya berukuran lebih kecil dan berwarna lebih kelam dibandingkan dengan burung maleo jantan. 

Sekian dulu pembahasan kita kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua! Jangan lupa untuk menjaga lingkungan sekitar kita agar hewan-hewan tetap terjaga kelestariannya dan jangan lupa untuk nantikan blog selanjutnya!




Sumber:
  1. Buku Ensiklopedi Fauna Indonesia (2017) karya Nada Nur Azayra.
  2. https://ksdasulsel.menlhk.go.id/post/116/identifikasi-spesies-kunci-sulawesi-maleo-si-burung-anti-poligami


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Sigung, Hewan yang Mengeluarkan Bau Kuat dan Menyengat

Mengenal Soa Payung, Hewan dengan Rumbai Besar yang Mengelilingi Lehernya

Viva La Vida (2024), Film yang Menceritakan Tentang Semangat Menjalani Hidup