Mengenal Sugar Glider, Hewan yang Bisa Meluncur di Udara

Gambar: Sugar glider.

Sugar glider (Petaurus breviceps) merupakan mamalia berkantong yang mempunyai penampilan dan bentuk tubuh seperti tupai dengan ekor panjang. Sugar glider memiliki panjang dari hidung hingga ujung ekor sekitar 24-30 sentimeter, sedangkan panjang tubuhnya sekitar 12-16 sentimeter. Hewan ini memiliki bulu yang tebal dan sangat lembut dan memiliki hidung yang berwarna merah muda. Warna bulu sugar glider secara umum relatif banyak, di Indonesia yang sering dijumpai adalah sugar glider dengan warna abu-abu dengan garis hitam atau coklat dari ujung kepala hingga pangkal ekor. Hewan ini biasanya hidup berkelompok dan hanya aktif pada malam hari.

Nama sugar glider diambil dari kegemaran hewan ini memakan makanan manis dan kemampuannya melayang di udara (glide). Selain itu, sugar glider juga sering disebut 'hewan dalam saku' (pocket pet) karena hewan ini cenderung diam dan tertidur di dalam kantong baju adopternya. Hewan ini dapat ditemukan di hampir seluruh daratan Australia, serta pulau-pulau sekitar Papua dan New Guinea.
*Gambar diambil langsung oleh saya.

Sugar glider termasuk hewan omnivora. Di alam liar, sugar glider menggunakan gigi bawahnya yang tajam untuk mengoyak kulit pohon dan lidahnya untukmu mengisap getah mati, sari buah, dan bunga yanga ditemui di pepohonan. Sugar glider juga memakan serangga kecil yang bisa didapatkan di alam liar, seperti ngengat dan kumbang. Selain itu, ia juga 'mencuri' dan memakan telur burung-burung kecil yang ditemuinya.
*Gambar diambil langsung oleh saya.

Sugar glider memiliki telinga yang sangat tipis karena tidak ditutupi bulu dan rawan terluka. Telinga sugar glider sangat peka ketika mendengar sesuatu, seperti panggilan dari orang yang memeliharanya atau keadaan yang dapat membahayakannya. Biasanya ia akan bersiaga ketika mendengar suara yang mengancam, bahkan saat tidur sekalipun.

Sugar glider memiliki mata yang bulat dan besar, pupilnya berwarna hitam dikelilingi warna cokelat gelap. Tetapi sugar glider albino memiliki warna mata yang berbeda, yaitu warna merah darah. Mata sugar glider yang sangat besar berfungsi untuk melihat area luas di sekelilingnya, terutama pada malam hari. Sugar glider hanya melihat objek dengan warna abu-abu dan merah.


Sugar glider memiliki tangan dengan lima jari dan kuku yang sangat runcing. Sementara itu, kakinya memiliki lima jari, dengan empat jari yang memiliki kuku dan satu jari lagi tidak memiliki kuku. Dua diantara lima jari kakinya tampak dempet dengan kuku yang runcing, dua jari ini biasanya digunakan untuk membersihkan diri.

Sugar glider memiliki patagium, yaitu membran atau lapisan tipis kulit berbulu yang terdapat di sisi tubuhnya, membentang dari pergelangan tangan hingga pergelangan kaki. Patagium digunakan untuk meluncur dari satu pohon ke pohon yang lain (glide) dengan cara merentangkan tangan dan kakinya. 
Gambar: Patagium.


Lalu bagaimana cara membedakan sugar glider jantan dan betina?
Sugar glider jantan memiliki tubuh yang lebih besar daripada betina. Selain itu, sugar glider jantan memiliki botak di kepala bagian atas. Sugar glider jantan juga memiliki kelenjar bau yang berfungsi untuk menghasilkan sejenis minyak yang akan mengeluarkan bau untuk menandai daerah kekuasaan, pasangan, atau koloninya. Kelenjar bau ini terdapat di kepala, dada, dan duburnya. Sedangkan sugar glider betina tidak memiliki kelenjar bau. Perbedaan lainnya adalah sugar glider betina memiliki lubang kecil di daerah perut bagian bawah yang berfungsi sebagai kantong untung meletakkan anak-anaknya.
Gambar: Kebotakan pada kepala bagian atas sugar glider jantan.
*Gambar diambil langsung oleh saya.


Sekian dulu postingan kali ini, semoga informasi ini bermanfaat bagi kalian semua ya! Dan jangan lula untuk merawat sugar glider dengan kasih sayang, agar mereka tetap sehat dan bahagia!



Sumber:
  1. Buku Sugar Glider (2023) karya Sonny "Sonntro" Catro.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Sigung, Hewan yang Mengeluarkan Bau Kuat dan Menyengat

Mengenal Soa Payung, Hewan dengan Rumbai Besar yang Mengelilingi Lehernya

Viva La Vida (2024), Film yang Menceritakan Tentang Semangat Menjalani Hidup